Persib, mungkin sudah tidak asing lagi terdengar oleh orang-orang
yang tinggal di Bandung & Jawa Barat umumnya. Persib memiliki
pesona tersendiri
bagi “mereka” yang merasakannya, ya konteks kata “mereka” disini
tentunya adalah para pecinta Persib atau biasa disebut bobotoh. Menjadi
bobotoh tentunya bukan merupakan sebuah pilihan, namun adalah sebuah
takdir, mengapa disebut takdir? Ya, tentunya karena semua itu tumbuh
alami tanpa paksaan, dengan melihat keluarga & lingkungan sekitar
yang juga bobotoh & sering menceritakan sepak terjang Persib di
persepakbolaan Indonesia.
Tentunya lambat laun rasa mencintai Persib itu tumbuh alami dengan
sendirinya. Dan mungkin karena itu, hampir setiap orang yang mencintai
Persib pun tidak tahu kapan persisnya ia menjadi seorang bobotoh,
termasuk saya sendiri. Seingat saya, benih-benih kekaguman dan cinta
pada sosok Persib itu mulai ada ketika saya masih duduk di bangku SD di
kota Purwakarta & kebetulan dari SD saya juga merupakan penggemar
sepakbola. Saat saya duduk di bangku SLTP, saya mulai lebih sering
mengamati sepak terjang Persib lewat siaran radio bahkan tak jarang pula
hanya melihat dari cuplikan di televisi & media cetak (karena waktu
itu masih jarang media online & juga
karena terbenturnya masalah waktu).
Barulah ketika masuk SMU, saya mulai berani untuk menyaksikan
pertandingan Persib langsung di Stadion. Sebenarnya sejak sebelum SMU
sudah ingin nonton langsung, tapi karena pertimbangan jarak perjalanan
dari Purwakarta ke Bandung & keadaan finansial saat itu maka barulah
ketika duduk di bangku SMU mulai aktif menonton langsung ke Stadion
(karena ketika SMU otomatis uang saku pun bertambah, hehehe). Selain itu
juga karena saat SMU banyak teman saya yang juga cinta Persib &
juga suka menonton ke Stadion.
Meskipun saat itu Persib gagal menang, namun atmosfer saat pertama kali
menyaksikan pertandingan Persib di Stadion secara langsung tentunya
takkan terlupakan & sangat luar biasa, berbeda dengan atmosfer
ketika menyaksikan pertandingan di Stadion akhir-akhir ini (mungkin
karena sudah terbiasa). Hingga detik ini Persib tak dapat dipisahkan
dari hidup saya, Persib adalah bagian dari hidup saya & seakan telah
menjadi inspirasi bahkan salahsatu semangat hidup saya. Sangat banyak
kejadian & pengalaman ketika menjadi bobotoh, baik ketika
menyaksikan pertandingan kandang ataupun tandang yang tidak dapat diulas
semuanya disini.
Dan tentu hal yang sangat saya impikan & pastinya juga impian
seluruh bobotoh adalah melihat Persib kembali juara liga. Karena ketika
Persib menjadi juara tahun 1995, saya masih kecil belum mengenal apa itu
Persib apalagi berada dalam euforia gelar juara saat itu. Maka
berbahagialah untuk semua bobotoh yang turut bersuka cita menyaksikan
Persib juara, itu adalah salahsatu anugerah terindah yang pernah kalian
miliki. Dan saya yakin, generasi bobotoh selanjutnya juga akan menjadi
saksi kejayaan Persib di waktu mendatang, termasuk saya.
Karena kami pernah juara & akan juara lagi.
Jayalah Persibku!!!
http://suarabobotoh.com/2013/09/carita-bobotoh/saya-dan-persib/